Penggunaan Kapal Hidrofoil dari Berbagai Negara di Dunia

Kapal Hydrofoil - Moda angkut transportasi air yang cepat dan hemat bahan bakar di negara maju seperti Amerika, Italia, Russia serta Jepang.



Mungkin sebagian dari anda masih asing dengan yang namanya kapal hidrofoil. Namun disini akan saya jelaskan secara singkat apa yang membedakannya dengan kapal konvensional. Perbedaan yang mendasar dari kapal lainnya adalah dari caranya berlayar, yakni dapat melayang diatas permukaan air seakan-akan seperti sedang terbang.

Penjelasan Singkat Mengenai Hydrofoil


Bagaimana cara kerjanya? Semua ini dapat terjadi karena adanya bagian tambahan yang dipasang dibawah lambung kapal berupa sayap seperti yang ada di pesawat terbang, yang mana bagian tersebut berfungsi untuk menghasilkan gaya angkat keatas yang terjadi karena adanya aliran air yang cepat.

Jadi saat kapal menaikkan kecepatan, maka hukum fisika yang berlaku sama halnya dengan yang terjadi pada pesawat terbang yang menerapkan Aerofoil, hanya saja kali ini mediumnya zat cair.

Seiring kecepatannya meningkat, maka gaya yang dihasilkan akan semakin besar, sehingga mampu mengangkat badan kapal naik keudara.

Setelah kapal hidrofoil terangkat di udara, maka lambung kapal tidak akan bersentuhan dengan air dan lebih banyak bergesekan dengan udara.

Hal inilah yang menjadi kunci kelebihan kapal hidrofoil yang mana dengan mengurangi gaya gesek dengan air laut sehingga dapat mempercepat laju kapal dan menghemat bahan bakar untuk melaju.

Sampai sini anda memahami poin-poin pentingnya bukan? Tentu saja penjelasan diatas adalah yang sesingkat-singkatnya dan tidak mungkin dapat menjelaskan prinsip termodinamika dan hidrofoil secara mendetail dan akurat.

Negara-Negara yang Menggunakannya


Sekarang kita kembali ke topik yang ada di judul, yakni negara-negara yang pernah memanfaatkan dan menggunakan teknologi termutakhir kapal hidrofoil:

1. Russia

Sebenarnya penggunaan teknologi hidrofoil sudah diterapkan semenjak masa-masa masih berdirinya Uni Soviet. Pada masa itu, nama kapal hidrofoil yang populer di negara tersebut adalah kapal Raketa (Раке́таRocketyang berasal dari kata roket. 

Model kapal tersebut dirancang oleh Krasnoye Sormovo dan dibangun di galangan kapal Sormovo, Nizhny. Kapal Raketa ini dapat mencapai kecepatan maksimal hingga 70 km/jam. 

Wilayah yang menggunakan Raketa sebagai moda transportasi bukanlah lautan lepas seperti kebanyakan kapal konvensional lainnya, melainkan sebagai sarana transportasi untuk sungai dan danau.

 Kapal ini pun dikomersialkan untuk umum dan melayani penumpang di sungai Volga dan beberapa tempat lainnya di Uni Soviet.

Lalu, ada juga kapal hidrofoil Voskhod yang juga awalnya dibuat saat Uni Soviet masih ada. Namun, sekarang kapal tersebut diproduksi di Ukraina dan juga yang mengekspor ke negara-negara lain termasuk dalam hal ini Russia.

Kapal Voskhod ini mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 60 km/jam.

2. Ukraina

Negara yang juga merupakan bekas pecahan Uni Soviet ini, pastinya juga kecipratan teknologi hydrofoil yang sedang kita bahas ini.

Bahkan, saat Ukraina dulunya masih bergabung dan menjadi satu kesatuan dengan Uni Soviet, negaranya pernah menjadi tempat produsen kapal hidrofoil di Feodosiya, Ukraina. 

Karena wilayah Ukraina yang terdiri dari beberapa sungai besar, seperti sungai Desna dan  Dnieper, serta wilayah Ukraina yang juga memiliki akses perairan dengan laut hitam. 

Membuat mereka perlu dan harus memiliki moda transportasi air yang menunjang kepentingan rakyatnya.

Salah satu contohnya adalah kapal Meteor yang pertama kali diciptakan oleh Rostisla Alekseev.

3. Amerika Serikat

Tentunya negeri Paman Sam ini tidak pernah ketinggalan kalau berbicara soal teknologi canggih nan termutakhir. Memang benar jika soal ilmu pengetahuan dan inovasi, negeri ini sangat patut dicontoh dan diteladani.

Dalam hal ini mengenai teknologi kapal hydrofoil, Amerika Serikat sudah mulai mencoba mengembangkan dan mengujinya semenjak tahun 1950-an.

Lalu mulai pertama kali diperkenalkan ke publik dan umum sekitaran tahun 1970-an.

Mulai dari situlah banyak kapal di Navy Seal (Angkatan Laut Amerika Serikat) yang mulai mengadopsi prinsip hidrofoil tersebut.

Beberapa contoh kapal perang yang berukuran kecil dan mini seperti kapal patroli pantai kelas Pegasus.

Kapal kelas Pegasus menyandang definisi sebagai PHM yang merupakan kepanjangan dari Patrol, Hydrofoil, Missile.

Kapal Pegasus walaupun ukurannya kecil jika dibandingkan dengan kapal jenis Korvet apalagi Frigate, namun mampu membawa senjata dan perlengkapan tempur yang memadai sebagaimana halnya kapal perang.

Persenjataan yang ditenteng oleh kapal tersebut berupa meriam OTO Melara kaliber 76 mm dan Rudal Harpoon sebanyak 2 unit di dek belakang kapal.

Namun yang sangat disayangkan adalah mengetahui masa tugas aktif kapal tersebut yang dimulai dari tahun 1977-1993. Kapal terakhir dari kelas ini untuk terakhir kalinya bertugas dalam kesatuan tempur pada awal tahun 2000, dan dipensiunkan.

Lalu, kapal tersebut diubah menjadi dibeli oleh sipil atas nama perorangan, dan mengubahnya menjadi kapal pesiar. Namun karena tidak diurus oleh pemiliknya kapal tersebut-pun di besi tuakan.

BACA JUGA : Ada Masalah Apa Dengan Kekeyi

4. Italia

Negara yang khas dengan kuliner Pizzanya dan juga yang terkenal akan sejarah memalukannya sebagai pecundang di segala medan pertempuran, upss malah ngomongin aib. 

Yang berlalu biarlah berlalu, namun siapa sangka ternyata negara Italia adalah tempat dimana kapal hidrofoil lahir dan pertama kali ditemukan pada tahun 1906.

Penemunya adalah seorang ilmuwan dan juga teknisi asal Italia yang memiliki nama Enrico Forlanini.

Awal desain dari foil/sayap yang digunakan pada kapalnya berbentuk seperti tangga klasik, dengan banyak lubang dan sayap pada bagian tersebut.

Kapal tersebut dapat melaju dengan kecepatan maksimal hingga 68 km/jam (42,5 mph).

Untuk masa modern ini, kapal komersilnya mungkin sudah menggunakan teknologi yang setara dengan negara-negara lain pada umumnya.

Namun, untuk kapal perangnya yang digunakan untuk keperluan militer, Italia punya cerita yang sama seperti negara Amerika Serikat, si Paman Sam.

Kapal Perang kelas Sparviero yang berfungsi sebagai kapal patroli penjaga pantai. Kapal patroli kecil ini digunakan dan melayani angkatan laut militer Italia.

Sparviero dirancang khusus di Itali oleh Alinani society (perusahaan), sebuah konsorsium dari perusahaan Amerika Boeing.

Kapal Perang Hydrofoil Misil ini dilengkapi dengan persenjataan seperti meriam OTO Melara kaliber 76 mm dan 2 misil anti-kapal Otomat. Dan kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 93 km/jam.

5. Jepang


Untuk di wilayah Asia sendiri, kita akan mengambil contoh dari salah satu negara termaju di wilayah Asia timur atau mungkin malah seluruh benua Asia itu sendiri.

Jepang memiliki wilayah laut yang luas serta kondisi geografi negaranya yang merupakan negara kepulauan membuat kebutuhannya akan moda transportasi laut yang cepat dan efisien sangat dibutuhkan.

 Topografi Jepang yang didominasi oleh selat dan pulau-pulau juga menjadi penentu yang potensial jika Jepang akan banyak mengadopsi teknologi hydrofoil.

Jepang sendiri memanfaatkan kapal feri hidrofoil untuk lalu lalang penduduknya dan sebagai sarana transportasi yang menyatukan pulau-pulaunya yang terpisah oleh selat.

Salah satu contohnya adalah Jetfoil Toppi, feri yang menghubungkan Yakushima, Pulau Tanegashima dan pelabuhan Kagoshima di Jepang.

Untuk bidang militernya sendiri, ternyata Jepang juga tak mau kalah dengan sobat lamanya, teman seperjuangannya saat Perang Dunia II, siapa lagi kalau bukan Italia.

Bahkan Jepang dan Italia melakukan kerja sama dalam pembuatan kapal hidrofoil yang ditujukan untuk militer tersebut.

Dengan versi yang sudah dimodifikasi sesuai kebutuhan mereka sebagai negara kepulauan, Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF) memiliki lisensi sebanyak 12 kapal kelas Sparviero, namun baru memiliki 2 karena untuk pengadaan kapal yang ketiga ditolak anggarannya saat Jepang ingin berkontribusi dalam perang Teluk.

Lalu Bagaimana dengan Negara Kita Sendiri?

Jika kita berbicara tentang negara Indonesia, hohoho, tunggu dulu jangan pesimis dulu! Mungkin di beberapa bidang kita masih jauh tertinggal dari negara lain. Namun dalam masalah teknologi kapal hidrofoil ini nampaknya kita dapat patut berbangga diri.

Dosen dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) yang terletak di Surabaya telah merancang sebuah kapal perang untuk kepentingan patroli dan penjaga pantai yang bisa melakukan 3 mode sekaligus loh! Mantap bukan?

3 Mode itu antara lain mode kapal selam yang bisa menyelam dibawah permukaan air hingga 15 meter dalamnya, lalu ada mode konvensional seperti pada umumnya mengambang diatas air, lalu yang ketiga mode hidrofoil yang bisa melayang diatas permukaan air dengan kecepatan 83 km/jam.

Kapal tersebut diberi nama "The Croc" dan sebenarnya sudah dilakukan riset dan penelitian sejak tahun 2011 lalu. Baru hebohnya 2019-2020 belakangan ini.

Lalu sebelum itupun, Indonesia juga memiliki kapal melayang tersebut yang juga diperuntukkan bagi dunia militer dan kepentingan tentara. Yakni KRI Bima Samudera yang tidak memiliki nomor lambung walaupun telah bergabung dengan angkatan laut.

Jangan sepelekan kemampuan tempurnya, KRI Bima Samudera sempat dipasangi meriam Bofors 40 mm dan melesat kencang dalam mode melayang secepat 80 km/jam.

Kita sempat mempunyai rencana untuk memiliki kapal tersebut sebanyak 47 unit, namun karena masalah biaya yang terlalu besar maka dari itu hanya ada 4 unit yang pernah diterima negara kita.

Namun ternyata kapal jenis ini kurang efisien dengan iklim dan keadaan yang ada di negara kita ini, karena udara yang lembab sehingga mesin jadi sering rusak dan butuh lebih banyak uang perawatan yang keluar. Sampailah pada tahun 2001, akhirnya TNI AL pun mempurnatugaskannya.


Sumber Referensi :
Anda bisa mendapatkan gambar ilustrasi yang saya buat diatas dengan kualitas yang lebih bagus dan bebas watermark tentunya, dengan menekan tombol disamping ini DISINI
Demikianlah isi artikel saya mengenai negara-negara yang menggunakan kapal hydrofoil, mulai dari Amerika Serikat, Italia, Russia, Ukraina, Jepang, hingga negara kita sendiri, Indonesia.
Nafisathallah
Seseorang yang mengagumi ilmu pengetahuan.

Related Posts

1 comment

Post a comment