Mengenal Siapa itu Pink Guy, Filthy Frank, dan Joji


        Kembali lagi di artikel saya, Maniak Ilmu Pengetahuan. Dimana kita disini tidak hanya membahas suatu permasalahan namun juga mencari dan menggali ilmu serta wawasan dari suatu masalah. Dalam artikel saya yang satu ini kita akan membahas mereka bertiga atau lebih tepatnya satu orang dengan 3 persona/kepribadian (Alter Ego). Mungkin bagi kalian anak meme, shitpost dan Youtuber yang sudah veteran (yang sudah berkecimpung di dunia Youtube cukup lama) pastinya kalian tidak mungkin tidak mengenal sosok legenda yang satu ini, dirinya telah menjadi kiblat dan material meme yang sangat tenar dan berjaya pada masanya. Siapa lagi kalau bukan George Miller atau yang sering dipanggil dengan nama panggung Joji, dirinya jugalah orang yang sama yang juga memerankan Pink Guy dan Filthy Frank dalam video-video komedinya yang absurd & nan menggelikan tersebut.
         Jadi dia itu apa sih? Aktor film? Pelawak atau gimana sih? Nahh bagi anda yang melontarkan pertanyaan seperti itu tadi dan baru mengetahuinya belakangan-belakangan ini, entah mungkin karena mendengar lagu terbarunya di Youtube atas nama "Joji" atau mungkin menonton video meme di Internet dengan pria berbungkus pakaian latex/karet berwarna Pink, atau bisa saja menonton seseorang memegang jam sambil berteriak " It's Time To Stop! No more..." maka akan saya jabarkan secara singkat dan juga versi lengkapnya dari jejak perjalanan, kisah hidup dan karir George Miller yang telah menjadi legenda internet dan meme dengan konten anehnya, yang sekarang telah pensiun dan melanjutkan karirnya sebagai musisi, di kesempatan kita kali ini.

VERSI SINGKAT :

        Jadi George Miller ini adalah seseorang keturunan Australia-Jepang yang tinggal di Osaka, Jepang. Awal dari eksistensinya mulai terkenal melalui channel di akun Youtube bernama Disastamusik (yg skrg udh ngk ada) dengan nama alias Filthy Frank ataupun papa Franku. Videonya seputar pemikirannya, pendapatnya dan kebenciannya terhadap semua hal, dalam hal ini masyarakat. Kritikannya sangatlah tidak masuk akal dan tidak dapat dibenarkan dari sisi manapun, yang mana ia hanyalah memancing orang untuk mengatakan " Nihh orang brengsek banget sihh!", ya pada dasarnya ia hanya ingin penonton kesal dan geram melihat kebrengsekannya. Lalu dari situ George membuat karakter baru untuk menemani Frank, Pink Guy yang tingkahnya 11 12 lah sama Frank, kayak orang stress, anti normal = tidak mencerminkan manusia pada umumnya. Pada dasarnya mereka semua adalah karakter fiksi, karakter yang dibuat oleh Joji sendiri, kesannya bukan seperti kepribadian ganda sihh, namun lebih kepada akting dan bersandiwara seperti halnya Film dan serial sinetron. Jadi perilaku dari Frank dan Pink Guy tidak mencerminkan kepribadian dari seorang George Miller ataupun Joji di dunia nyata, itu hanyalah karakter yang dibuat untuk kebutuhan konten video. Dan sekarang Joji sudah tidak lagi memproduksi video-video tersebut di Youtube, dan fokus dengan karir barunya sebagai musisi di 88rising. (Tuhkan penjelasan singkatnya aja udah bejibun, apalagi versi panjangnya.)

VERSI PANJANG :

        Pria yang memiliki keturunan darah Jepang dan Australia ini adalah milenial kelahiran tahun 1992. Percampuran antara ras Mongoloid dengan Kaukasoid, makanya mukanya agak kelihatan bule walaupun tinggal di Jepang. Ia mulai terkenal dari channel Youtubenya, Disastamusik, dengan nama karakter sebagai Filthy Frank, alias papa Franku, Franku-senpai dan sebagainya (karena ia tinggal di jepang). Isi konten dari channel Youtubenya sebenarnya vlog sama halnya seperti vlogger-vlogger lainnya, namun yang membedakannya adalah isinya! Isi dari videonya tersebut yang membuat ia lain daripada yang lainnya, jika anda menemui vlogger lain itu ramah, murah senyum, selalu ceria, sebisa mungkin tidak menyakiti perasaan penontonnya, maka Frank adalah reverse-nya, kebalikannya, dan sering dijuluki Anti-Vlog. Caranya dalam berargumen dan menyampaikan pendapat sangatlah menyakitkan dan tidak difilter terlebih dahulu sebelum dikeluarkan dari otaknya, kritikannya yang pedas dan menusuk namun tidak diiringi oleh alasan dan argumen yang logis dan masuk diakal. Ia menyerang setiap kalangan dalam hal ini masyarakat (society) tidak peduli siapapun itu karena ia membenci semuanya tak terkecuali dengan alasan yang sebenarnya bukanlah alasan. Aku benci kamu, ya karena aku benci...
        Lalu dalam serial videonya itu, Frank tidak sendirian, mulailah bermunculan karakter baru lainnya yang juga sebenarnya diperankann oleh Joji sendiri, jadi ceritanya Pink Guy itu sebagai teman sekamarnya Joji, sekost-an lah bisa dibilang. Jadi fungsi Pink Guy ini sebagai tokoh yang menemani Frank dalam Videonya. Dan kelakuan tingkah lakunya dari si Pink itu benar-benar ngak ada bedanya dari si Frank, malah lebih parahlah, ngak ada baik-baiknya, dia itu udah ngak normal (Anti-normal) lagi sebagai manusia, mulai dari cara bicaranya, muter-muter ngak jelas di lantai, dan jerit-jerit kayak autis, pokoknya memang benar-benar karakter yang dibuat agar anda jijik. Anda tahu Harlem Shake? Ya, si Pink Guy lah yang mempopulerkannya pertama kali dan menjadi pelopornya. Sebenarnya ada juga karakter lainnya  yang dibuat Joji di dalam universe/ atau bisa dibilang alam semestanya yang memang bertujuan untuk mendukung jalan ceritanya berjalan, seperti Salamender man, ada Ochin-chin, Red d*ck, dan masih banyak lainnya. Namun, mereka berdua (Frank & Pink) menjadi inti dalam ceritanya, yang membawa alur kegiatan dalam video mereka.
        Dan akhirnya pada tanggal 5 Juni 2008, Joji memutuskan untuk berhenti memproduksi film ngak jelas low budgetnya tersebut, ia menyatakan bahwa Video series Frank dkk tidak akan ada lagi dan berhenti dibuat. Banyak alasan yang melatarbelakanginya untuk pensiun dan angkat kaki dari dunia youtube tersebut dan berperan menjadi karakter-karakter buatannya, bisa jadi karena kariernya sebagai musisi sudah bagus dan ia fokus untuk melanjutkannya, atau juga masalah kesehatan yang mengorbankan tenggorokannya karena teriak-teriak ngak jelas selama memerankan Pink Guy. Ia menjadi penyanyi Hip-Hop dan R&B di 88rising dan ia juga pernah menerbitkan sebuah buku berjudul Francis of the Filth pada tahun 2017, buku tersebut menjelaskan tentang dunia Frank dan Pink Guy serta alasan dan tujuan yang melatarbelakanginya membuat pertunjukkan ini yang memang disukai dan ditonton oleh hampir semua pengguna internet di dunia.
        Semua video dan komedi Joji, diapresiasi oleh kalangan publik dan pengguna internet sebagai sebuah karya, bahkan masterpiece! Mahakarya, karena merupakan bentuk kritik dan protes terhadap vlog biasa. Ini merupakan ide yang brilian dengan menciptakan semacam karakter dan dunianya sendiri menjadi sebuah seri, sama halnya seperti MARVEL dan DC. Serta hikmah yang bisa kita ambil dari Joji adalah, sampai pada taraf mana seseorang itu bisa terkenal dengan menjadi brengsek, dan gue ngak habis pikir sih, kok dia ngak pernah kena masalah ataupun dituntut atas tindakan abnormalnya ( yaialah Jepang kan negara liberal, coba itu dia bikin videonya Indonesia). Dan yang harus digarisbawahi dari Joji adalah, ini merupakan pemisahan antara yang fiski dan realitas, bahwa joji adalah individu yang independen dan mandiri tidak bisa disamakan dengan Frank maupun Pink Guy, mereka individu yang berbeda walau dalam wadah tubuh yang sama. Sekian inilah isi dari artikel saya mengenai siapa itu Joji, bagi yang ketinggalan berita dan tidak mengikuti Joji. Sampai jumpa di artikel berikutnya!
Nafisathallah
Seseorang yang mengagumi ilmu pengetahuan.

Related Posts

1 comment

Post a comment